by

ANGKA TUJUH, ANGKA ISTIMEWA

-Artikel-206 views

Diantara angka-angka yang lain, angka tujuh memiliki keunikan atau keistimewaan.

Dimanakah atau apakah keistimewaan angka tujuh? Sejak awal dunia hingga sekarang, angka tujuh banyak dipakai untuk menyatakan hal atau kenyataan yang jumlahnya tujuh. Kita bisa merunut mulai dari kisah penciptaan alam semesta dengan isinya.

Tujuh hari penciptaan alam semesta adalah proses dimana terbentuknya langit, bumi dan isinya, dimana ada tujuh hari masa penciptaan alam semesta, yaitu:

Hari pertama. Allah menciptakan langit dan bumi. Lalu Allah menciptakan gelap dan terang. Setelah itu Allah memisahkan gelap dan terang. Dimana terang itu baik, maka Allah menciptakan langit dan bumi beserta gelap dan terang.

Hari kedua. Allah menciptakan air dan cakrawala. Cakrawala merupakan sekumpulan struktual di atas atmosfer. Bumi yang diperkirakan mempunyai bentuk kubah, Allah menciptakan cakrawala untuk memisahkan air di atas bumi dan air di bawah bumi.

Hari ketiga. Allah membuat daratan beserta lautan dan tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan buah-buahan berbiji.

Hari keempat. Allah menciptakan benda-benda cakrawala yang berguna untuk membedakan mana gelap atau malam dan terang atau siang, seperti: matahari, bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya untuk menunjukkan pergantian hari, bulan dan tahun.

Hari kelima. Allah membuat segala macam jenis binatang di darat, laut dan udara, dari hewan ternak dan hewan liar, agar mereka dapat berkembang menjadi bertambah banyak.

Hari keenam. Pada hari keenam Allah menciptakan manusia, agar manusia dapat berkuasa atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, ternak atas seluruh bumi dan binatang merayap melata di bumi.

Hari ketujuh. Allah berhenti pada hari ketujuh dan mensucikan hari itu, karena Allah telah selesai menyelesaikan tugasnya dan seperti itulah riwayat pembentukan langit dan bumi.

Selanjutnya angka tujuh juga digunakan untuk menyatakan adanya jumlah dosa yang sering dikenal dengan tujuh dosa yang mematikan. Semua orang pasti pernah berbuat dosa. Meskipun begitu, tahukah Anda bahwa semua dosa yang kita lakukan sesungguhnya berakar dari tujuh dosa pokok dasar manusia (seven deadly sins). Meski berasal dari ajaran Kristiani, tujuh dosa tersebut terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari seluruh manusia. Dosa pokok ini disebut sebagai akar dari masalah dosa lain yang mampu menghancurkan manusia. Apa sajakah ke tujuh dosa tersebut?

1. Kesombongan (pride)
Kesombongan adalah perasaan seseorang yang menilai diri mereka terlalu tinggi. Dosa ini membuat sesorang jadi mudah merendahkan orang lain. Untuk terhindar dari dosa keangkuhan, kita perlu lebih bersikap rendah hati, misalnya: dengan mau menerima sesama tanpa pamrih.

2. Ketamakan (greed)
Ketamakan adalah keinginan untuk memiliki lebih dari cukup. Ketika seseorang haus akan kekayaan dan harta, dia cenderung akan melakukan dosa-dosa lain seperti: korupsi dan mencuri. Untuk terhindar dari dosa ini, kita bisa rutin melakukan kegiatan amal untuk menumbuhkan rasa ingin memberi pada sesama.

3. Iri hari (envy)
Iri hati adalah sikap cemburu dan kecewa karena merasa diri kita kurang. Umumnya perasaan ini timbul karena membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Agar terhindar dari dosa ini, kita perlu belajar bersyukur dan menerima diri apa adanya.

4. Kemarahan (wrath)
Kemarahan adalah perasaan kesal, dendam dan amarah yang dilampiaskan dengan kejam. Dosa pokok ini menyebabkan seseorang tega mencelakai hingga membunuh orang lain. Agar terhindar dari dosa ini, kita perlu belajar menenangkan diri dan mengontrol emosi.

5. Hawa nafsu (lust)
Hawa nafsu berhubungan dengan keinginan dasar untuk melampiaskan hasrat seksual. Hal ini yang kemudian membuat orang tega melakukan zinah hingga pemerkosaan. Untuk terhindar dari dosa ini, kita perlu mengontrol hasrat nafsu dengan menghindari hal-hal pemicu hasrat tersebut.

6. Kerakusan (gluttony)
Rakus dapat diartikan sebagai keinginan untuk makan dan minum secara berlebihan. Ini bisa menyebabkan seseorang mencuri hingga tidak ingin berbagi dengan yang lebih membutuhkan. Agar terhindar dari dosa ini, kita bisa melatih diri dengan berpuasa dan membuat pantangan makanan tertentu.

7. Kemalasan (sloth)
Kemalasan adalah perasaan enggan bertindak atau melakukan hal-hal positif dalam diri kita. Ini mampu membuat kita melakukan cara curang untuk mencapai tujuan. Untuk terhindar dari dosa ini, kita perlu memotivasi diri untuk terus bersikap tekun dan disiplin.

Itu tadi tujuh dosa pokok manusia yang menjadi akar dasar dosa lainnya. Yuk, kendalikan tujuh hal tersebut agar bisa hidup lebih damai.

Masih banyak fakta atau realita yang menggunakan angka tujuh. Dalam Gereja Katolik, kita mengenal adanya tujuh sakramen:
1. Sakramen Babtis
2. Sakramen Krisma atau Penguatan
3. Sakramen Ekaristi
4. Sakramen Tobat atau Rekonsiliasi
5. Sakramen Perkawinan
6. Sakramen Imamat
7. Sakramen Perminyakan atau Pengurapan orang sakit

Kita juga mengenal tujuh karunia Roh Kudus:
1. Karunia takut akan Allah
2. Karunia keperkasaan
3. Karunia kesalehan
4. Karunia nasihat
5. Karunia pengenalan
6. Karunia pengertian
7. Karunia kebijaksanaan

Keajaiban dunia berjumlah tujuh juga, meskipun berubah-ubah. Salah satu versi tujuh keajaiban dunia, yaitu:
1. Piramida
2. Patung Liberty
3. Menara Eifel
4. Menara Miring Pisa
5. Acropolis
6. Tanah Merah Rusia
7. Candi Borobudur

Itulah beberapa hal atau fakta yang berjumlah tujuh.

 

Penulis: Ph. Ispriyanto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed