by

Akibat Pegerakan Tanah, Rumah Milik Sopiyan di Desa Sukamulya Sukaresmi Roboh

-Nasional-58 views

Wartaindonews, Garut – Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan menyebut sisa Anggaran BTT (belanja tak terduga) Kabupaten Garut sisa 6 miliar rupiah untuk tahun 2022.

Hal itu diketahui setelah komunikasi Yudha Puja Turnawan bersama salah satu pejabat di Badan Pengelolaan Keuangangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Garut. Bahwa sisa BTT Garut di akhir tahun ini masih 6 miliar rupiah.

Oleh karena itu, Yudha Legislator Garut Fraksi PDI Perjuangan itu meminta kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk memaksimalkan sisa BTT 6 miliar rupiah tersebut untuk membantu korban bencana hidrometeorologi.

Pasalnya sekarang ini sudah menginjak bulan Desember atau akhir tahun. Tentunya jika sisa BTT tersebut dimaksimalkan akan sangat bermanfaat, ketimbang anggaran tersebut hanya jadi SILPA atau tidak terserap.

Hal itu diungkapkan Yudha Senin 19 Desember 2022 ketika mengunjungi rumah roboh akibat pergerakan tanah di Kampung Jalalen Rt.01 Rw 06 Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaresmi.

Sekarang ini kata Yudha, banyak korban bencana alam hidrometeorologi seperti pergerakan tanah, banjir, hujan dan lain sebagainya. Beberapa korban itu rumahnya rusak atau roboh seperti yang terjadi di Desa Sukamulya ini.

Nah untuk korban bencana yang rumahnya roboh seperti itu kata Yudha, bisa dibantu menggunakan BTT sebagaimana yang juga pernah disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan.

Termasuk untuk rumah roboh di Desa Sukamulya ini, Yudha berharap Pemkab Garut bisa mengalokasikan BTT untuk membangun kembali rumah korban.

” Harapan saya Pemkab Garut bisa gerak cepat karena ini kasihan. Tentu ini membutuhkan kepedulian banyak pihak,” ujar Yudha.

Selain itu Yudha juga berpesan kepada Pemerintah Desa setempat untuk mengajukan proposal kepada Kabag Kesra Kabupaten Garut agar bisa mengoordinasikan kepada lembaga di bawahnya seperti Baznas, Korpri, CSR Perusahaan BUMN, BUMD untuk membantu korban.

Di samping itu Yudha juga menyebut bahwa Bupati Garut saat ini tengah mendorong program setiap SKPD bisa membangun rutilahu dari uang gaji ASN yang disisihkan setiap bulan.

Diharapkan SKPD di Kabupaten Garut juga bisa mengalokasikan salah satunya untuk korban rumah roboh akibat pergerakan tanah di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaresmi tersebut.

Lebih lanjut Yudha menjelaskan, untuk rumah roboh di Kampung Jalalen, Desa Sukamulya ini, terjadi pada Senin pagi tadi sekitar jam 08.00 wib. Namun tanda-tanda rumah akan roboh sebetulnya sudah terjadi pada hari Minggu kemarin.

Seluruh bagian rumah roboh dan hanya menyisakan sedikit saja dari tembok yang masih berdiri. Robohnya rumah atas nama keluarga Sopian itu karena terjadi pergerakan tanah.

Saat ini keluarga korban sudah mengungsi di rumah kerabat terdekat.

Yudha Puja Turnawan, hari ini berkunjung ke lokasi dan memberikan sejumlah bantuan sembako dan uang tunai untuk meringankan musibah korban.

Selain itu Kades Sukamulya Dwi Hartadi pada hari ini juga membawa bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Garut dan bantuan sembako dari Desa Sukamulya.

” Saya bawa bantuan ebras dari Desa Sukamulya dan bantuan dari Dinsos Garut,” ujarnya.

Kades mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, diantaranya Yudha Puja Turnawan Anggota DPRD Garut, Camat Sukaresmi, Danposmil, Dinsos dan SKPD lainnya. (**)

Kontributor