by

73 Tahun Hari Bela Negara 19 Desember 2021 bersama Keluarga Inti Kopi Cendono

-Artikel-43 views

Panggilan Kesadaran dari Bali Ke Lembah Gunung Arjuno

Siang hari, Minggu Wage, 19 Desember 2021, Bunda Biyung AR, mengontak Kita adanya HARI BELA NEGARA, karena ayahanda beliau adalah pelaku peristiwa di Bukit Tinggi Sumatera Barat, yang mendapat Kiriman Sandhi dari Rumah Sandhi Kulon Progo Yogyakarta, untuk di teruskan ke Kantor Berita RI di India, diteruskan ke PBB perihal Indonesia masih ada.

Bukti Perihal 19 Desember 2021 : Hari Bela Negara

Pemerintah Republik Indonesia, membangun Monumen Nasional Bela Negara, di salah satu kawasan yang pernah menjadi basis Pemerintah Darurat Republik Indonesia di tahun 1948, dengan luas area 40 hektare, tepatnya di Jorong Sungai Suriah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Berawal dari Jakarta menuju Lembah Gunung Arjuno

Dari Jakarta (08/03/2021) Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, meluncurkan Studio Ngopi Daring Bela Negara, sebagai media sarana silahturahmi komponen anak bangsa penggiat seni dan naravlog dengan penggiat industri pertahanan, melaksanakan dialog kebangsaan dan bela negara, yang dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman bela negara generasi muda.

Melalui Studio Ngopi Daring Bela Negara ini diharapkan dapat menjadikan inspirasi generasi milenial di era digital ini untuk mengangkat karya karya anak bangsa sekaligus mengangkat nama Indonesia melalui Vlog yang ditonton oleh jutaan penonton.

“Studio Ngopi Daring Bela Negara ini sarana mencari ide ide brilian yang mampu menginspirasi seluruh warga negara dan menggugah kesadarannya, untuk melakukan bela negara sesuai dengan profesinya, ” jelas Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hendrayuda.

Respon Petani Kopi Lembah Arjuno

Hari Bela Negara (HBN) yang diperingati setiap tanggal 19 Desember merupakan peringatan yang bersumber dari deklarasi Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang dibentuk 19 Desember 1948 oleh Syafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat. Untuk mengenang peristiwa bersejarah yang terjadi di Bukittinggi demi mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka pemerintah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Bela Negara. Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2006.

Mohammad Tohir (49 thn) Pujangga Cinta Kopi Cendono, Kopi Keseimbangan Dunia, Kendalisodo, Kopi Peradaban, hari ini bertambah predikatnya menjadi bagian dari KOPI BELA NEGARA (19/12/2021).

Pendidikan Bela Negara Sejak Diri dalam Tradisi Kopi Cendono

Mohammad Tohir, dengan nama panggilan Bang Tohir yang memiliki nama asli Antonius Dadang Sumantri bersama Isteri tersayangnya, Siti Qomariyah, Putri Pertama: Irhas nurlaily Sumantri, 21 thn , Putri Kedua : Halimatus sa’diyah Sumantri. 18 thn, dan si kecil : Ni’matul Jannah Sumantri, 10 thn.

Sejak pagi jam 06.00 WIB pagi pagi sang bungsu bersama isterinya, Bang Tohir mengajak keduanya, untuk melakukan edukasi bersama isterinya, kepada si bungsu perihal cinta tanah air, cinta lembah Gunung Arjuno, cinta kopi lembah G. Arjuno, belajar bagaimana berhubungan dengan alam melalui Kebun Kopi di tengah tengah Hutan Pinus di lembah G. Arjuno.

Mereka sudah menanam 1550 bibit pohon produksi yang baru, 1000 bibit kopi, 500 bibit alpokat dan 50 bibit jeruk.

3 Putrinya tekun juga belajar mendalam cinta kopi lembah G. Arjuno dengan melakukan penapisan dan pemilihan serta pemilihan butiran kopi arabica, kopi robusta hingga kopi lanangnya, sesuai keragaman ukurannya.

Pendidikan Petani Ibu Dan Guru Tonggak Budaya Peradaban Sejak Dini

Dalam Buku tang berjudul “Mengenal Akunya Aku dan Bahagia dalam Takdir”, yang di produksi oleh Bamboo Spirit Nusantara 2021, di temukan dalam riset dan kajian lembaga ini, bahwa penentu arah dan implementasi dari sejarah budaya peradaban bangsa negara hingga bumi ini, sejak tahun ini hingga 100 tahun ke depan, terutama bagi Indonesia Merdeka 100 tahun 1945 ~ 2045 adalah Petani, Ibu dan Guru;

sehingga pilihan dan sikap Mohammad Tohir ( Bang Tohir) sebagai Petani Lembah Gunung Arjuno, untuk bangga dengan cara olah tanam terpadu menuju organik holistik, serentak membangun budaya tradisi edukasi seluruh anggota keluarga intinya, untuk cinta tanah air, cinta gunung lembah Arjuno, praktek keteladanannya serta ajakan keterlibatan 3 putrinya sejak dini, terlibat dalam edukasi pengolahan pertanian kopi dari hulu ke hilir adalah jalan edukasi keluarga inti yang sudah tepat dan bisa menjadi sumber keteladanan seluruh keluarga petani Indonesia, berbasis teknologi kuno modern klasik, termasuk implementasi pikiran, ucapan dan tindakan bela negara serta cinta tanah air yang aktual, sederhana dan mampu diikuti oleh siapapun yang terpanggil.

Penulis : Guntur Bisowarno

News Feed