by

7 Hikmah Pencarian Terbaik “Dapur Tungku Api Ayah Ibu” dalam Refleksi Pujangga Mata Air Arjuno

-Artikel-55 views

Tulisan dan segala faktor ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmu yang ditulis dan di sharingkan di artikel dan berita ini bisa digunakan untuk menjadi salah satu Pijakan Kebangkitan Peradaban Nusantara Indonesia Lahir Baru dalam Peradaban Agung Tuhan Awal Abad 21 Menuju Abad 22 dan Tahun 77 Tahun Kembar menuju 100 Tahun Republik Indonesia Merdeka 1945 ~ 2045, dengan Hikmah Spirit Kebangkitan Seorang Pujangga Mata Air Lembah Arjuno, Mohammad Moe, di usianya tepat 45 tahun, Senen Wage [44] 03012021 tanda tandaNya.

Hikmah Pencarian Terbaik Pertama:

TUNGKU API Perapian Abadi :

DAPUR TUNGKU API Ada PurusaNya: dalam Tunggul dan Tunggal API; Ayah Pasangan Ibu.

DAPUR DAPURANMU : DAPUR DAPURA DAPURUSHA DIRI~JAMAN~SEMESTA: Jagad Besar Jagad Kecil

Kita jadi ketemu referensi ruh hikmat kebijaksanaan ilahi di dalam tradisi ritual spiritual seni budaya agama Bali Jawa Kuno; tentunya pasti bisa Kita ketemukan di bahasa bahasan dalam lainnya.

DAPURUSA~ REANG ~ INGSUN PIKULUN ~SIRO KITO

Penjelasannya adalah berbunyi dibawah ini :

Purusa atau Purusha (Sanskrit puruṣa पुरुष) adalah konsep kompleks yang maknanya berkembang pada zaman Weda dan Upanishad. Bergantung pada sumber dan garis waktu historis, konsep ini dapat berarti : makhluk kosmik atau diri, kesadaran, dan prinsip universal.

[1][2][3] Penulis Steven J. Rosen berkata, “Bhagavata Purana dan Mahabharata dengan berani menyatakan Wisnu sebagai Purusha tertinggi yang dijelaskan dalam doa Purusha Sukta”.

[4]Menurut Indologis W. Norman Brown, “Syair-syair Purusha Sukta pasti merujuk pada Wisnu, yang, melalui tiga langkahnya, semuanya meresap (yaitu ia menyebar ke segala arah)”.[4] wisnunggaling alam seisinya dan wisnunggaling gusti lan ciptaanNya, wisnunggaling gusti lan manungsoNya.

Dalam Veda awal, Purusha adalah makhluk kosmik yang pengorbanannya oleh para dewa menciptakan semua kehidupan.

[5] Ini adalah salah satu dari banyak teori penciptaan yang dibahas dalam Weda. Maka pentingnya laku meditasi kesadaran mengerti bagaimana awal mula penciptaan

(#Teori & Praktek
Meditasi Khairuddin Lubis Episode 2 : Membuka Tabir Proses Awal Mula Penciptaan red.)

Dalam Upanishad, konsep Purusha mengacu pada esensi abstrak dari Diri, Jiwa dan Prinsip Universal yang abadi, tidak bisa dihancurkan, tanpa bentuk dan semuanya meresap.

[5]Konsep Purusha dijelaskan dengan konsep Prakrti [Prakartiningsung Engsun red.] dalam Upanishad. Alam semesta dibayangkan dalam teks-teks Sansekerta kuno ini sebagai kombinasi dari realitas material yang dapat dilihat dan hukum-hukum dan prinsip-prinsip alam non-material yang tidak dapat dipahami.[3]

[6] Realitas material (atau Prakrti ) adalah segala sesuatu yang telah berubah, dapat berubah dan tunduk pada sebab dan akibat. 

Purusha adalah prinsip Universal yang tidak berubah, tidak disebabkan tetapi ada di mana-mana dan alasan mengapa Prakrti berubah, mentransformasikan dan melampaui semua waktu dan itulah sebabnya ada sebab dan akibat.

[6] Dalam Rigveda, “[t] Puruṣa-nya adalah semua yang belum pernah terjadi dan semua yang akan terjadi” (पुरुष एवेदं सर्वं यद भूतं यच्च भव्यम |).

[7] Purusha adalah apa yang menghubungkan segala sesuatu dan setiap orang menurut berbagai aliran Hindu.

Ada keragaman pandangan dalam berbagai aliran Hinduisme tentang definisi, ruang lingkup dan sifat Purusha.[2]

Sehingga dari penjelasan ini semakin jelas Mohammad Moe,, selanjutnya disebut Moe, Pujangga Mata Air Lembah Arjuno, sudah bisa membedakan mana fisik mana energi, mana badan dan pikiran dan mana jiwa dan ruh.

Hikmah Pencarian Terbaik Kedua :

Riset dan Kajian Lembaga Bamboo Spirit Nusantara :

Dalam Semua Ada Tuhan dan Tuhan ada Di Dalam Dirimu dan Diri Kita semua adaNya.

Semua energi dan wujud dari makhluk benda materi; SIAPA PENCIPTA Nya, selain Tuhan Sang Pencipta.

Karena semua dari Tuhan kembali ke Tuhan.

Hikmah Pencarian Terbaik Ketiga :

#BambooSpiritNusantara2022#
#DapurPawonNusantara2022#

PAWON dalam Urat Syaraf Bahasa Bahasan bisa bermakna #PAWON: APA APA WONTEN# di sana, Kualitas dan Kuantitas serta Equity apa saja yang ada di Dapur Pawon, menggambarkan derajat kualitas Pola Pikir, Pola Ucapan dan Pola Tindakannya, yang menentukan derajat kualitas Peradaban DAPUR Pawonnya itu sendiri.

Inilah penjelasannya :

“Ada Tuhan disetiap yang Ada, Tuhan meliputi dan diliputi segala yang ada, Tuhan yang ada dalam dirimu di setiap sel trilyunan tubuhmu ada Tuhan, karena hanya Tuhan yang bisa menciptakan sel sel tersebut, dan di setiap sel sel itu ada bahan adonan dzat Tuhan, nyata ghoib berupa benang benang cahaya yang merupakan Teknologi Peradaban Dapur dan Pawonnya Tuhan, yang juga ada di sel sel tumbuhan tanaman sebumi, juga berada di dalam sel sel hewan serta ikan di permukaan bumi lestari Kita ini adaNya CUKUP TAHU PAHAM NGERTI kah dirimu diri Kita!!! “

Hikmah Pencarian Terbaik Keempat: BUKTI SEJARAH AYAH KANDUNGNYA

Warna Ayah dalam Diri Moe Pujangga Mata Air

3 Piagam Penghargaan : Jejak Pendampingan Pendidikan dan Pengajaran Sang Ayah.

Drs.H.M. Satral M.Ag Almarhum adalah Ayahan Ferdian Saputra Alias Mohammad Moe [ 45 thn, 03/01/2022] Alias Pujangga Mata Air Gunung Arjuno Jawa Timur.

Penghargaan Pertama :

Piagam Tanda Kehormatan Presiden Republik Indonesia menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun kepada Drs. Satral Pangkat Pembina Jabatan Lektor pada Fak. Tarbiyah STAIN Jember Propinsi Jawa Timur KEPRES R.I No. 130 /Tahun 1997. Jakarta 13 Desember 1997 Presiden Republik Indonesia. Soeharto.

Penghargaan Kedua :

Piagam Tanda Kehormatan Presiden Republik Indonesia menganugerahkan Tanda Kehormatan yang dianugerahkan “Satyalancana Karya Satya” kepada mereka yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan Ini, sebagai penghargaan atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan, dan kedisiplinannya dalam melaksanakan tugas tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil selama Sepuluh Tahun atau Dua Puluh Tahun atau Tiga Puluh Tahun lebih secara terus menerus terhadap Negara Republik Indonesia sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap Pegawai lain. PETIKAN keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya kepada No. Urut 3527 Nama Drs. H. M. Satral., M. Ag. NIP 150023946, Pangkat Jabatan Pangkat Pembina Jabatan Lektor pada Pembina Utama Muda/Lektor Kepala pada UIN malang Propinsi Jawa Timur KEPRES R.I No. 023 /TK/Tahun 2007. Ditetapkan di Jakarta 7 Juni 2007 Presiden Republik Indonesia. DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.

Penghargaan Ketiga :

Piagam Penghargaan Dari Departemen Agama RI universitas Islam Negeri Malang, diberikan kepada Nama Drs. Satral., M. Ag, Tempat Tanggal Lahir: LOMBOK TENGAH, 10 september 1943, yang telah memberikan dharma baktinya sebagai Pegawai Negeri Sipil tahun 1962 ~ 2007 kepada Universitas Islam Negeri Malang. Malang, 22 Oktober 2007. Rektor UINM. Prof. Dr. H Imam Suprayogo.

Hikmah Pencarian Terbaik Kelima KANDUNGAN IBUNYA

Warna Ibunda Afifa dalam Diri Moe Pujangga Mata Air

Tubuh ini butuh diajari bagaimana cara makan yang benar, memilih makanan yang benar, mengolah makanan yang benar, mengenali lingkungan dan membangun lingkungan hidup yang benar, bagaimana tubuh mengetahui memahami dan mengenali sumber makanan minuman tubuh dari mana saja, dimana tubuh belajar perkara mengolah dan melakukan teknologi pangan sesuai lingkungan hidup dan jamannya tubuh, pikiran perencanaan ucapan tindakan praktek manajemen rumah dan manajemen food DIMANAKAH TUBUH BISA BELAJAR BERPIKIR BERUCAP BERTINDAK PERKARA itu semua dari Jaman Ke Jaman, dari Wilayah Ke Wilayah???

Prinsip bagaimana etika dan etiket makan minum tidur bangun belajar bekerja bergaul mencintai dan meninggalkan warisan semua di didik dan diajari oleh Sang Ibunda Afifa. Pendidikan Moralitas dan Pengajaran Keteladan Sang Ibu justru sangat nampak dalam pikiran ucapan dan tindakan dalam hal managemen food makanan minuman dalam diri keluarga Moe.

Hikmah Pencarian Terbaik Keenam: ADA GENTHONG PERADABAN DAPUR PAWON di rumahnya.

Ada GENTHONG di DAPUR PAWON MOE

Menjadi Manusia Genthong adalah Salah Satu Kesimpulan Dalam Diri Moe di Dapur Pawon Moe.

Moe sendiri sudah berulang kali memilih dan menyatakan secara terbuka dan verbal : untuk bisa menampung semua ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmu dalam hubungannya dengan Tuhan, dalam hubungannya Alam, dalam hubungannya dengan Sesama dan dalam hubungannya dengan Dirinya sendiri, yang lewat Portal Pintu Ibu dan Ayahnya, bisa terhubung dengan semua leluhur DARAH dan DNA DARAH KELUARGA; 18 Jenjang Leluhur Ke Atas dari Ayahanda sampai ke Eyang Kakek Buyut sampai ke 18 Eyang Trah Tumerah dalam Ilmu Kaweruh Jawa Kuno adaNya.

Hikmah Pencarian Terbaik Ketujuh Aksara Kawi Kuno menyebutkan, Angkaring Ing Dharma :

Semua ada dalam angka ring matrikulasi garisnya Tuhan, bukan garis rekayasa politik dan sosial, hingga garis kecemburuan antar tetangga dan keluarga, garis angka ring dharma mana yang hendak dirimu pilih sesudah menyadari kehadiran Tuhan di segala yang ada, Kita mau Menjadi Tuhan dan mengatur Tuhan, masalah ketidak sadaran Kita mengatur Tuhan, masalah kecemburuan dan sakit hati serta trauma Kita yang mengatur Tuhan. Apa Tuhan Hukum Matrikulasi ANGKARING ING DHARMA yang mengatur seluruh proses perjalanan manusia kembali ke dalam diriNya Sang Maha Cinta Kasih Sayang dan bersama samaNya Membangun Perapian Abadi dan Peradaban Semesta.

Inilah Implementasinya seperti di bawah ini :

API : Ayah Pasangan Ibu, Ayah dan Ibu Cerminan Cinta Kasih Sayang Ilahi dan Seluruh Ciptaan Tuhan terutama Manusia adalah Cermin Tuhan sendiri, terjebak pada Kesadaran FISIK Ayah Ibu Kita cenderung mengalami kesedihan dan ketakutan kehilangan hingga duka berkepanjangan;

tapi saat TUNGKU API KESADARAN KITA adalah Kesadaran Jiwa berupa ajaran kebaikan, kebenaran dan keindahan dari orang tua Kita;

serta Pikiran Kita berkesadaran spiritual berupa proses hikmah rasa mengalami praktek ilmu pendidikan dan aplikasi ilmu pengajaran dari kedua orang tua;

sebagai wujud nyata kehadiran perlindungan penjagaan pemeliharaan serta penjaga cinta kasih sayang ilahi, maka rasa kebangkitan kesadaran jiwa dan ruh menjadi bahagia dalam takdir Kita masing masing, bakal semakin besar proses dan hasilnya, potensi diri semakin terbuka tabirnya dan mengenal jati diri akunya aku semakin terbuka adaNya.

Penulis : Guntur Bisowarno

News Feed