by

50 Peserta KSM Kotaku Mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Vokasional Unit Olahan Aneka Kerupuk 2019

Wartaindonews, Garut – Bertempat di Gedung Local Education Centre (LEC) Kecamatan Tarogong Kidul, Kab. Garut, Jawa Barat. Sebanyak 50 peserta dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kotaku mengikuti pelatihan peningkatan Kompetensi Vokasional unit olahan aneka Kerupuk Tahun 2019.

Pelaksanaan dilaksanakan selama enam hari dari tanggal 21-26 Desember 2019. Terlaksananya kegiatan tersebut di inisiasi Business Development Center (BDC) Intan Garut program Kotaku di bawah naungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dengan menggandeng Holistika Institute Indonesia.

Pelatihan vokasional kelima tersebut ditutup langsung oleh Askot IC mandiri Garut Dian, dan dihadiri Direktur Holistik Institute Cecep Ernanto, Manager Intan BDC Garut Yanto, dan Askot mandiri Garut Rustandi.

Manager Intan BDC Garut, Yanto menyampikan, tujuan dari kegiatan ini ialah bagaimana kita meningkatkan keterampilan para pelaku usaha yang notabene yaitu adalah para KSM dari binanan UPK dan BKM dibawah naungan program Kotaku kementrian PUPR.

”Output dari keterampilan itu meningkat baik dari segi produksi yang berinovasi dan pemasarannya juga terbuka, harapanya dari omset bertambah,” ucapnya saat ditemui awak media diacara penutupan.

Ia mengakui, kegiatan vokasional ini dilaksanakan dari tanggal 6 – 26 Desember 2019. ”Ada lima vokasional yang dilaksanakan dinataranya ada aneka kerajinan kulit, aneka olahan kue dan roti, keripik, kerupuk serta olahan ikan di Kecamatan PameunPameiungpe Kerupuk ini vokasional terakhir,” paparnya.

Sementara itu Askot IC mandiri Garut Dian, mengatakan sebetulnya kegiatan ini sudah dicanangkan di tahun 2018, tapi dengan banyaknya kendala pada saat itu, disamping SOP nya yang belum klir, “alhamdulilah berkat kerjasama dengan Holistik Institute, vokasional KSM ini dipenghujung tahun 2019 ini, akhirnya bisa terlaksana,” ungkapnya.

Diharapankan, setelah paska pelatihan ini,jelas Dian, memang kita melatih masyarkat untuk bisa memperdayakan mereka dengan segala potensi yang ada dari sumberdaya alam yang dimiliki di Kabupten Garut dengan bermodalkan itu mereka bisa mengelola potensi daerah sehingga inovasi inovasi ini bisa menjadi aset bagi kita dan menjadi komuditi khas kabupaten Garut lainnya,” pungkasnya.

Ditempat berbeda Cecep Direktur Holistik Institute menjelaskan, kedepannya setelah pelatihan ini progress usaha KSM nantinya dimonitoring oleh para pendamping secara berkelanjutan. Inovasi ini tentu saja dalam rangka mendorong usaha KSM naik kelas, dari mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah, dari menengah menjadi besar,” harapannya, dengan begitu para KSM tersebut dapat terus maju dan bersaing,” jelas Cecep

Ia menambahkan, Selain melakukan inovasi-inovasi, Holistika Institute Indonesia juga mengembangkan program-program pelatihan untuk berbagai pihak, salah satunya program Kotaku, selain itu juga mulai dari developer aplikasi, untuk para usaha kecil dalam bidang pengolahan dan Marketing, tuturnya. (Dede)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed