by

5 Manfaat Hikmah Tradisi Kayu Girang dalam Situasi GERHANA REMBULAN TOTAL

-Artikel-60 views

Hikmah menemukan PEMAHAMAN MANFAAT TRADISI KAYU GIRANG di Dusun Tegal Kidul Desa Cowek Kecamatan Sukorejo Pasuruan Desa asal Bu Put Petani Organik Terpadu Kertosari Purwosari Purworejo Pasuruan Jawa Timur.

Kembali Kita Menggunakan METODE KEMUNING.

KEMUNING adalah KETEMU UNING, uning dalam bahasa Jawa Kuno artinya MEMAHAMI (Ki Reksa Aksara, Malang Kota, November 2022).

Apa itu Kayu Girang
(yang ada di foto berita)

Kayu Girang adalah Pohon Kayu yang berbuku buku dan beruas ruas tapi dalamnya berisi padat tidak berlubang dan berongga seperti batang bambu, daunnya berbau suruh atau daun sirih yang lembut, hebatnya bunganya seperti bunga suruh atawa daun sirih.

Di Dusun Tegal Kidul Desa Cowek Kecamatan Sukorejo Pasuruan, asal Bu Put Petani Organik Terpadu Kertosari Purwosari Purworejo Pasuruan, tidak kebetulan siang hari itu telah membagikan wawasan dan sharing pengalaman TRADISI dari dusun desa asalnya tersebut, yang sering kali ikut serta memasukkan atawa menanam potongan ruas Kayu Girang, di dalam campuran luluh semen pondasi serta base land dalam kerangka besi beton utama pada proses tahapan pembangunan rumah di Dusun Tegal Kidul tersebut.

*Hikmah Mencari Pemahaman Manfaat Tradisi Kayu Girang*

Hikmah Pertama :

Hikmah dan Telaah Put Petani Organik Terpadu Kertosari sendiri lewat media Meditasi Kemuningnya, telah menemukan hidayah hadiah dari dialog dengan Pohon Kayu Girang di Taman & Kebun KUNTInya, bahwa kandungan spiritual dalam dialog Kayu Girang berbasis pengalaman hidupnya dan situasi bangsa serta keadaan negara dunia yang sekarang ini berkembang adalah materi pembelajaran untuk Kita masing masing, hingga dalam media perjuangan berkolaborasi secara bersama sama dengan saling menguatkan kegirangan sepenuh penuhnya di dalam situasi apapun, justru semakin berkegirangan dalam situasi penderitaan dan keadaan terjepit rapat dari semua sisi, justru muncul bersemi selalu, di sanalah letak kegirangan dalam tekanan kerangka besi batu beton hidup kehidupan sekalipun.

Hikmah Kedua :

Kegirangan dari dalam jiwanya kayu kayun kayonnya daya hidupnya berkehidupan Kita.

Kegirangan dari dalam laku lampah spiritual yang sampai tidak tergantung pada apapun itu, perubahan situasi kondisi luar sekitarnya, hingga iklim cuacanya model apapun.

Hikmah Ketiga :

Terkait Situasi Kondisi Alamnya, saat malam purnama Gerhana Total (8/11/2022 malam) adalah :

Modifikasi Perubahan Peristiwa dalam Pohon Kayu, saat malam bulan purnama ada peristiwa Gerhana Bulan Total, adalah JEDA naiknya aliran air ke puncak kayu segala jenis pohon, tentunya pohon Kayu Girang pasti JUGA mengalami hal yang sama.

Situasi kondisi fisiologis dalam sel sel pembuluh kayu tanaman pada malam bulan purnama yang sedang tertutup sempurna malam rembulannya oleh GERHANA TOTAL, pasti terjadi gangguan dhaya gaya levitasi gaya kapilaritas air dari akar menuju pucuk daun pohon kayunya, yang biasanya terjadi lancar optimal saat malam bulan purnama, justru semakin berkurang hingga terhentikan selama proses terjadinya malam bulan purnama Gerhana Total, hingga tercapainya Gerhana Total, terjedakan secara sempurna, istimewa sekali momen alam ini (8/11/2022)

Menjadikan Pertumbuhan Daya Kekuatan Pikiran Akal dan Batin Kita yaitu :

Dari fenomena fisik fisiogis menuju ketangguhan psikologis jiwa spiritual.

Yaitu mersudi atawa mencari tepatnya tindakan, pikiran dan ucapan kita dengan metode kemuning atas ruas ruas Kayu Girang yang padat dan tidak berlubang atawa berongga sekalipun.

Yaitu mersudi atawa mencari tepatnya tindakan, pikiran dan ucapan dengan metode kemuning berupa dhaya kegirangan dalam tekanan sekuat kerangka kerangkeng besi beton dan dibelenggu tembok besi beton yang rapat padat sekalipun namun tetap berkegembiraan secara stabil dan utuh tangguh sepuh dari dalam kedirian kita menuju daya kekuatan berpikir, berucap dan bertindak keluar dari dalam diri Kita yang berdampak menjadi ketangguhan manfaat kebaikan sebesar besarnya manfaat, terutama kegirangan dari dalam diri Kita, yang itulah asset Kita yang luar biasa istimewa dari Tuhan Sang Pemberi Dhaya, Dharma dan Dhana Hidup Kehidupan Kita semuanya ini.

Hikmah Keempat :

Dialog Kayu Girang dengan Kayu Nangka di Kebun & Taman KUNTI

Bagaimana tetap girang berkegirangan “minangka -minangko”, yaitu minangka yang artinya semisalnya kita, saat terjepit dan tertekan oleh bencana alam, sosial, keluarga, ekonomi hingga tekanan budaya yang represif serta ada dalam keadaan bersama manusia yang tidak punya rasa kepekaan, minim toleransi, penuh intrik manipulasi hingga konflik dendam kesumat tak berujung dan bertepi ujung pangkalnya, alias dikepung kebuntuan total judhek sumpek stagnasi macet jelimet, bisakah Kita masih tetap punya asset dhaya kegirangan bersama Allah Sang Pencipta di dalam diri Kita yang terdalam adaNya.

Hikmah Kelima : Hikmah Pancaroba dan Pancaniaga yaitu :

Dalam Hambatan Total (Gerhana Rembulan Total) masih ada Kegirangan dalam batin Kita terdalam, berupa 3 D yaitu ruas ruas batang Kayu Girang Kayu yang berisi penuh Kegirangan DHAYA, DHARMA dan DHANA berkat hadiah serta hidayahNya.

Kegirangan satuan demi satuan DHAYA~Nya diberi daya hidup berkehidupan berupa kekuatan untuk berpikir, berucap dan bertindak, diberi kekuatan untuk berkesehatan, diberi kekuatan untuk belajar dan menghadapi segala macam resiko perjuangan untuk meningkatkan keterampilan hidup dan kehidupan Kita, termasuk membenahi setiap kesalahan dan kelemahan Kita, memecahkan setiap hambatan aral melintang melintasi Kita.

Kegirangan satuan demi satuan DHAR diberiNya petunjuk, atas jalan dan media, sarana prasarana apapun untuk melakukan kebaikan dan kebajikan baik melalui jalan ilmu maupun jalan barang, jasa, uang yang bermanfaat untuk segala macam makhluk ciptaanNya beserta alam seisinya, khususya sesamamu manusia.

Kegirangan satuan demi satuan DHANA, adalah dengan tetap terbukanya jalur rejeki dan ridhoNya pada jalan kebaikan usaha kesejahteraan Kita bahkan di tengah tengah badai krisis apapun dan resesi dunia kita sekalipun hingga pancaroba pancaniaga terpuruk terburuk sekalipun di sekitar alam situasi kondisi hidup kehidupan Kita setiap harinya.

Penulis & Aplikator : Guntur Bisowarno

Destinasi Wisata Taman & Kebun KUNTI Put Petani Organik Terpadu Kertosari Purwosari Pasuruan Jawa Timur.

Kontributor